Kelurahan Melayu Lakukan Monitoring Realisasi Program Rp50 Juta Per RT

img

(Aditiya Rakhman Lurah Melayu/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR-Melalui Perbup Nomor 63 Tahun 2021 telah ditetapkan Program Rp 50 juta per RT yang merupakan salah satu program dedikasi dan komitmen mewujudkan Kukar Idaman dan program ini dialokasikan melalui kebijakan Bantuan Keuangan Kepada Desa (BKKD).

"Tujuan program ini untuk memberikan porsi kebijakan berskala sub urban Rukun Tetangga (RT) dalam mengatur pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan di lingkungannya yang terintegrasi dengan pembangunan desa/kelurahan dan Pemerintah Kabupaten.” kata Lurah Melayu Aditya Rahman kepada Poskotakaltimnews, diruang kerjanya, Kamis (14/3/2024).

Aditiya Rakhman mengungkapkan penggunaan dana bantu 50 Juta per-RT dikelurahan Melayu sejauh ini telah optimal. Hal ini dibuktikan bahwa dibeberapa RT dikelurahan Melayu telah membangun gapura jalan dan pos kamling.

“ Alhamdulillah Kelurahan Melayu bersama tim struktural, beberapa hari yg lalu kami melakukan penilaian lomba RT sekaligus memonitoring dana 50 Juta Per-RT,” ungkap Aditiya.

 

(Gapura Jalan dan Pos Kamling diwilayah Kelurahan Melayu,Tenggarong)

Dijelaskan Aditiya bahwa melalui lomba tingkat RT se-Kelurahan Melayu ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah pengalokasian dana 50 Juta tersebut sudah sesuai dengan rencana RAB yang sudah diatur seperti terkait pengadaan barang, sapras, pembangunan yang disesuaikan dalam RAB dan kegitan gotong royong warga.

“Sekarang lagi proses rekap hasil penilaian itu. Ada beberapa poin penilaian dari lomba RT ini, mulai dari administrasi yang terstruktur dan sistematis seperti buku-buku surat masuk dan keluar, kemudian kegiatan RT siskamling, gotong royong, musyawarah RT, itu juga kami nilai keaktifannya, dan yg terkahir dari pengalokasian dana 50 Juta itu,” jelasnya

“ Kegiatan lomba ini dimulai sejak 29 Februari Dan untuk penilaiannya kami lakukan dari tanggal 5,6 dan 8 maret. Kami membagi tim untuk beberapa RT dan melibatkan Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua Lpm, Struktural Kelurahan Melayu, dan Staff Kelurahan Melayu.” Sambungnya

Ia juga mengungkapkan Kelurahan Melayu terus melakukan pemantauan dan monitoring karena peran itu diperlukan untuk memunculkan sikap tanggung jawab para RT.

“ Jadi dengan dasar RAB yg sudah kami serahkan kami cek langsung terkait pengadaan barang-barangnya apakah sudah disediakan, kami juga lihat dokumentasinya. Jadi dari kegiatan itu, selain jadi tim penilai kami juga sekaligus mengecek perihal RAB yg ada di situ. Dan Alhamdulillah semuanya sudah sesuai.” tutupnya.(adv/*tan)